Inilah Nama Latin Kangkung, Ciri-Ciri Dan Jenis-Jenisnya

Kangkung – merupakan tanaman yang termasuk dalam jenis sayur-sayuran dan biasa ditanaman untuk dijadikan sumber makanan. Tanaman kangkung juga bisa kita dapatkan di pasar-pasar.

Tanaman kangkung yang memiliki nama latin Ipomea Aquatic Forsk ini banyak kita temukan di wilayah Asia dan juga merupakan tumbuhan yang mudah dijumpai dimana-mana terutama di kawasan yang berair.

Klasifikasi Kangkung

kangkung darat tanam hidroponik
kangkung darat tanam hidroponik

Tanaman yang mempunyai nama latin Ipomea aquatic Forsk ini pasti sudah sangat familiar di telinga kita. Tanaman ini adalah yang seperti kalian tahu, yaitu kangkung.

Apakah kalian tahu tentang klasifikasi tanaman kangkung ini?

Berikut adalah klasifikasinya :

Kingdom: Plantae

Sub Kingdom: Viridiplantae

Infra Kingdom: Streptophyta

Super Divisi: Embryophyta

Divisi: Tracheophyta

Sub Divisi: Spermatophytina

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Solanales

Family: Convolvulaceae

Genus: Ipomea L

Spesies: Ipomea aquatic Forsk

Ciri-Ciri Kangkung

panen tanaman kangkung
panen tanaman kangkung

Ipomea aquatic Rorsk ini adalah nama latin kangkung yang perlu kita ketahui. Tanaman ini adalah tanaman holtikultura yang hidupnya di daerah tropis maupun daerah subtropis. Kangkung merupakan jenis sayuran yang berakar tunggang dang memiliki batang berongga serta berbuku-buku.

Selain ciri-cirinya berakar tunggang, tanaman ini juga memiliki ciri-ciri lain, seperti:

Daun Kangkung

Tanaman kangkung ini sebenarnya ada dua jenis, yaitu kangkung darat dan juga kangkung air. Selain habitatnya yang beda, tanaman kangkung ini juga memiliki perdedaan lain, seperti pada bentuk daunnya.

Untuk kangkung darat , ukuran daunnya lebih panjang dan bagian ujung daunnya meruncing. Warna dari daun kangkung darat ini sendiri adalah hijau sedikit keputih-putihan. Sedangkan kangkung air ini memiliki daun yang panjang juga, namun ujungnya lebih tumpul dan berwarna hijau kelam.

Bunga Kangkung

Seperti kebanyakan tanaman lainnya, kangkung juga memiliki masa berbunga. Pada umumnya bentuk bunga kangkung adalah seperti bentuk terompet.

Untuk tanaman kangkung darat biasanya memiliki bunga yang berwarna putih. Dan untuk jenis kangkung air bunganya berwarna kekuning-kuningan atau ungu.

Bunga pada tanaman kangkung ini memiliki 5 sepala yang berdekatan, 5 petala yang berdempetan, memiliki 1 lingkaran yang berisi 5 stamen dan 1 gynoecium yang terdiri dari 2 hingga 3 bagian.

Bagian sepala yang saling berdekatan tersebut akan membetuk tabung dengan ukuran pendek dan bagian petalanya akan membentuk bangun lonceng yang akan membedakan bagian tabung mahkota, tubulus dan juga limbus.

Batang Kangkung

Tanaman kangkung memiliki batang yang berjenis herbaseus atau banyak mengandung air. Bentuk dari batangnya itu sendiri adalah bulat dan berlubang. Seperti pada umumnya, batangnya akan memiliki percabangan yang banyak dan kemudian akan mulai menjalar.

Masa pertumbuhan batang ini akan lebih condong dan akan memiliki kulit atau permukaan yang licin juga berbuku-buku. Dari buku-buku tersebut akan muncul akar-akar.

Jenis-Jenis Kangkung

Tanaman kangkung atau tanaman yang bernama latin Ipomea aquatic Forsk ini memiliki dua jenis. Jenisnya adalah Kangkung Darat dan Kangkung Air.

Kangkung Darat

jenis tanaman kangkung darat tanam lahan
jenis tanaman kangkung darat tanam lahan

Kangkung darat adalah jenis kangkung yang memiliki habitat di wilayah daratan dan tanah dijadikan sebagai media tanamanya.

Selain di tanah, tanaman kangkung darat juga tetap bisa hidup walaupun tidak dengan menggunakan media tanah. Tanaman kangkung akan tetap hidup dengan cara tanam menggunakan sistem hidroponik.

Tanaman kangkung darat bisa ditemukan dengan sangat mudah di daerah perkebunan. Hal ini terjadi karena memang tanaman kangkung mudah untuk hidup dalam berbagai kondisi. Oleh karena itu, tanaman kangkung darat juga sangat direkomendasikan untuk kalian yang suka tanaman dan berkebun.

Untuk cara penanaman kangkung darat, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan pemilihan bibit yang berkualitas. Setelah bibit terpilih, maka yang harus tika lakukan selanjutnya adalah penyemaian.

Sambil menunggu masa penyemaian, kita bisa mempersiapkan tanah yang akan kita pakai nantinya. Dan kemudian setelah penyemaian dan media tanam sudah siap, maka kita akan mulai memindahkan kangkung tersebut ke media tanam yang sudah kita siapkan sebelumnya.

Ketika kita sudah mulai dalam masa tanam, maka kita tidak boleh membiarkannya saja. Kita harus merawatnya hingga tanaman kangkung tersebut bisa menghasilkan dan siap untuk dipanen.

Selain dengan cara diatas, kita juga bisa menanam kangkung darat dengan cara sebar bibit. Namun cara ini akan lebih boros dari pada denga cara tanam lahan atau hidroponik.

Apabila menggunakan cara sebar ini, kita bisa menghabiskan 5 hingga 10 kg untuk satu hektarnya. Selain itu juga, kita sangat membutuhkan tenaga kerja yang terampil supaya persebaran benihnya merata.

Kangkung Air

kangkung air siap panen
kangkung air siap panen

Seperti namanya, kangkung air ini merupakan tanaman yang habitat aslinya adalah di air. Para masyarakat telah menyebutkan bahwa jenis kangkung air ini memang hanya bisa hidup di air dan tidak akan bisa hidup apabila ditanam di daratan.

Kangkung air ini juga adalah jenis sayuran yang disukai oleh hampir semua orang. Bahkan di Indonesia sendiri kangkung adalah sayuran yang paling popoler dan telah dijadikan sebagai menu makanan wajib hampir di seluruh restoran. Menu tersebut biasanya kita sebut dengan nama cah kangkung.

Nah, selanjutnya kita akan membahas tentang bagamana sih cara menanam kangkung air?

Hal pertama yang harus kita lakukan sebelum melakukan penanam kangkung air adalah melakukan pemilihan bibit yang bagus dan berkualitas. Bibit yang digunakan untuk kangkung air ini berbeda dengan kangkung darat.

Saat menanam kangkung air kita tidak bisa menggunakan biji, melainkan dengan melakukan stek batang. Selain itu, agar lebih mudah kalian bisa membelinya di toko bibit terdekat atau toko pertanian kepercayaan kalain, bisa juga di toko online.

Setelah itu, kita harus memperhatikan lahan tanam kita apakah benar-benar memiliki banyak air atau tidak. Sebelum penanaman kita bisa mengeceknya terlebih dahulu, dan kita hanya membutuhkan genangan dengan kedalaman 6 cm saja.yang

Untuk tahap perawatannya sangatlah mudah. Kita cukup rajin membersihkan rumput-rumput atau tanaman liar tumbuh di sekitar tanaman kangkung air kita.

Masa panen kangkung air dan kangkung darat sangatlah berbeda. Kangkung air akan lebih cepat memasuki masa panennya yaitu kurang lebih 11 hari setelah proses penanaman.

Ketika waktu panen tiba, cara memanennya adalah dengan meninggalkan kurang lebih 2 hingga 3 cm batang pohonnya supaya tanaman kangkung air ini bisa tumbuh kembali. Jadi kalin tidak perlu untuk sering-sering menanam, karena dengan 1 kali menanam kalian bisa panen beberapa kali.

Hal yang perlu diingat juga setalah masa panen adalah untuk tetap rajin membersihkan air dari rumput-rumput dan kotoran pengganggu yang bisa menghambat pertumbuhan kangkung air tersebut.

 

Kurang lebih seperti itulah tanaman kangkung, mulai dari nama latin kangkung, ciri-ciri kangkung, dan jenis-jenis kangkung. Semoga dari artikel ini kita bisa menggembangkan kangkung dengan benar hingga menghasilkan.

Sekian, semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Baca Juga Artikel Ini

Leave A Reply

Your email address will not be published.